Neraca dalam Akuntansi



BAB I
Laporan keuangan adalah ringkasan dari proses akuntansi selama tahun buku yang bersangkutan yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap data atau aktivitas perusahaan tersebut. Pada umumnya, laporan keuangan terdiri dari neraca dan perhitungan rugi laba serta laporan perubahan modal, dimana laporan rugi laba memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi selama periode tertentu dan laporan perubahan modal menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal suatu perusahaan. Sedangkan neraca menggambarkan jumlah aktiva, hutang, dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu.
Dengan neraca, maka para kreditur atau penanam modal dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dapat mempelajari tentang kemampuan dari perusahaan tersebut di dalam melunasi kewajiban-kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang serta kecenderungan perusahaan pada masa yangkan datang.
1.2.2  Apa saja komponen-komponen dari neraca?
1.2.3  Bagaimanakah  bentuk-bentuk neraca?
1.2.4  Bagaimanakah cara menyusun neraca?
1.3.2  Untuk mengetahui komponen-komponen dari neraca
1.3.3  Untuk mengetahui bentuk-bentuk neraca
1.3.4  Untuk mengetahui cara menyusun neraca


BAB II
PEMBAHASAN
Neraca merupakan laporan keuangan yang disajikan untuk menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang meliputi kekayaan dan sumber perolehannya dari hutang atau kewajiban dan modal. Neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang disusun secara sistematis dan kronologis tentang kekayaan suatu perusahaan pada periode tertentu (menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tertentu). Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal yang dihubungkan dengan persamaan berikut:
A k t i v a = K e w a j i b a n + M o d a l
Neraca dibuat pada waktu tertentu artinya menunjukkan kondisi keuangan pada perusahaan pada tanggal tertentu bisa pada posisi harian, akhir minggu, akhir bulan bahkan akhir tahun. Biasanya neraca ini dilaporkan pada akhir tahun.
Neraca keuangan memiliki beberapa manfaat. Secara garis besar, neraca ini memiliki tiga fungsi, yaitu:
  1. Alat untuk menganalisis fleksibilitas keuangan. Artinya laporan ini bisa digunakan perusahaan untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan tindakan di masa mendatang.
  2. Alat untuk menganalisis likuiditas. Manfaat ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan harta likuid yang mereka miliki.
  3. Alat untuk menganalisis solvabilitas. Manfaat ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk segera melunasi utang-utang mereka. Utang-utang tersebut diharapkan sudah lunas sebelum sampai pada tanggal jatuh tempo.
2.2  Komponen-Komponen Neraca
2.2.1       Aktiva (Asset)
Aktiva lancar
Aktiva lancar merupakan aktiva yang paling mudah yang cepat dijadikan uang atau kas. Pengelompokannya terdiri atas kas, piutang dagang, persediaan dan investasi.
-       Kas dan bank
Adalah aset yang likuid, oleh karena itu ditempatkan dalam urutan teratas dalam kelompok aktiva lancar. Yang dimaksud dengan kas adalah uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan dan uang yang disimpan di bank.
-       Surat-surat berharga
Merupakan surat-surat investasi dalam jangka pendek yang dapat segera di jual dan di konversikan menjadi kas yaitu saham dan obligasi.
-       Piutang dagang
Adalah piutang yang timbul karena adanya penjualan barang dan jasa yang tidak dibayar secara tunai.
-       Piutang wesel
Adalah piutang yang timbul karena adanya penjualan non tunai kepada para pelanggan dan sebagai janji pembayaran pelanggan memberikan dokumen kredit yang resmi disebut juga dengan wesel atau promes.
-       Piutang lain-lain
Adalah rupa-rupa piutang yang meliputi pinjaman kepada karyawan dan anak perusahaan, piutang bunga dan piutang pajak.
-       Persediaan barang dagang
Merupakan aset berwujud berupa barang yang menjadi komoditas untuk dijual dan menghasilkan uang.
-       Pembayaran uang muka
Adalah uang tunai yang sudah dikeluarkan sebagai uang muka bagi pembelian suatu barang.
-       Biaya dibayar di muka
Merupakan biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan perusahaan dimasa yang akan datang. Seperti biaya sewa kantor yang telah dibayar sekaligus dimuka.
Aktiva tetap
Aktiva tetap merupakan aset yang diperoleh untuk digunakan dalam operasional perusahaan dengan jangka waktu lebih dari satu tahun, dengan maksud tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan dan nilainya besar atau material. Contohnya yaitu peralatan, gedung, dan kendaraan.
Kriteria aktiva tetap yaitu:
-       Digunakan untuk kegiatan usaha bukan menjadi komoditas usaha untuk dijual kembali
-       Umur atau jangka waktu pemakaiannya lebih dari satu tahun.
-       Pengeluaran untuk pembelian aset nilainya besar dan material bagi perusahaan tersebut.
Aktiva lain-lain
Aktiva lain-lain merupakan kekayaan lain yang dimiliki perusahaan yang tidak bisa dimasukkan dalam jenis aktiva lancar, aktiva tetap, maupun aktiva tidak berwujud, diantaranya adalah:
-       Biaya pra operasi, yaitu biaya yang dikeluarkan sebelum menjalankan kegiatan usahanya, seperti biaya perizinan dan biaya akta pendirian perusahaan.
-       Bangunan yang masih dalam penyelesaian, yaitu bangunan yang fisiknya belum selesai 100 % pada saat dibukukan di neraca.
-       Mesin dalam instalasi, yaitu mesin yang masih dalam tahap pemasangan dan belum siap dioperasionalkan.
2.2.2       Kewajiban
Kewajiban adalah keharusan membayar kepada pihak lain dalam jangka waktu tertentu. Komponen kewajiban meliputi :
Kewajiban lancar (kewajiban jangka pendek)
Kewajiban lancar disebut juga dengan kewajiban jangka pendek. Yang merupakan seluruh kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga yang akan dibayarkan dalam jangka waktu 1 tahun kedepan. Komponen kewajiban lancar diantaranya adalah :
·     Utang dagang, yaitu utang yang muncul dari adanya transaksi bisnis dalam perusahaan yaitu pembelian non tunai dari penjual.
·     Utang bank jangka pendek, yaitu utang perusahaan kepada bank berjangka waktu maksimal 1 tahun.
·       Utang pajak yaitu pajak yang masih harus dibayar oleh perusahaan.
·      Biaya yang masih harus dibayar, yaitu pengeluaran yang telah diakui sebagai biaya tetapi belum dibayar tunai.
·    Penerimaan uang muka, yaitu uang tunai yang diterima perusahaan dari pelanggannya, seperti panjar penjualan barang.
Kewajiban jangka panjang
Kewajiban jangka panjang merupakan kewajiban yang akan dibayarkan dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun. Komponen-komponen kewajiban jangka panjang meliputi:
·       Utang bank, yaitu utang bank jangka panjang yang telah dikurangi CPLTD yang mana itu merupakan utang bank jangka panjang yang harus dibayar untuk 1 tahun kedepan.
·   Utang obligasi, yaitu utang perusahaan sehubungan adanya penerbitan surat hutang (obligasi) perusahaan.
·       Utang hipotek, yaitu pinjaman jangka panjang dengan jaminan aktiva tidak bergerak.
2.2.3       Modal
Modal yaitu hak kekayaan pemilik atas perusahaan. Komponen-komponen modal meliputi :
a. Modal sendiri merupakan modal yang ditanamkan pada saat awal perusahaan beroperasi.
b. Modal saham merupakan jumlah saham yang disetor oleh para pemegang saham.
c. Laba ditahan merupakan bagian dari laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk deviden.
d. Laba tahun berjalan, merupakan laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu, yang dihitung berdasarkan laporan laba/rugi.
2.3  Bentuk-Bentuk Neraca
2.3.1       Bentuk Skontro (Rekening)
Laporan bentuk ini menyajikan rekening dalam dua sisi. Sisi kanan biasanya disebut pasiva terdiri dari kewajiban dan modal, sedangkan sisi kiri disebut aktiva yang berisi semua akun klasifikasi aktiva.
2.3.2       Bentuk Staffel (Laporan)
Neraca bentuk staffel adalah bentuk neraca yang disusun dengan menyusun kebawah dan melektakkan saldo pada bagian samping dengan kolom debet kredit. Tabel neraca ini mirip dengan model jurnal umum.
2.4 Cara Menyusun Neraca
·                  Dalam membuat neraca bentuk skontro, pisahkan sisi kiri untuk aktiva dan sisi kanan untuk pasiva yang terdiri dari kewajiban dan modal, sedangkan untuk bentuk staffel dibuat berurutan dari aktiva paling atas kemudian ke bawah dibuat kewajiban dan modal.
·                           Pada sisi aktiva, tulis semua akun yang berkaitan dengan aktiva. Hal itu termasuk aktiva lancar dan aktiva tetap. Keduanya harus dipisah untuk mengetahui besar nominal masing-masing. Setelah itu jumlahkan. Jumlah ini akan menjadi total aktiva.
·       Pada sisi pasiva (kewajiban dan modal), tulis semua akun yang berkaitan dengan keduanya. Akun dan nilai kewajiban bisa dilihat sesuai dengan neraca lajur yang dibuat sebelumnya. Sedangkan untuk modal, tinggal memasukkan nilai modal akhir yang sudah dihitung sebelumnya. Setelah itu jumlahkan. Jumlah kewajiban dan modal ini merupakan nilai total pasiva.
·                     Perhatikan nilai total aktiva dan pasiva. Ketika keduanya memiliki angka total yang sama, berarti pembuatan neraca keuangan telah seimbang dan selesai. Namun, jika angka keduanya beda, berarti ada kesalahan yang mungkin terjadi. Kesalahan bukan sekadar saat penyusunan laporan keuangan. Mulai dari pencatatan, penjurnalan, penyesuaian, bisa menjadi kesempatan terjadinya kesalahan.


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa neraca merupakan laporan keuangan yang disajikan untuk menunjukkan kondisi keuangan perusahaan meliputi aset dan sumber perolehannya dari utang  atau kewajiban dan atau modal.
Komponen-komponen pokok pada neraca meliputi, aktiva (aset) yang terdiri dari Aktiva lancar, aktiva tetap dan aktiva lain-lain. Kewajiban yang terdiri dari kewajiban lancar (jangka pendek) dan kewajiban jangka panjang. Modal yang terdiri dari modal sendiri, modal saham,  laba ditahan (laba yang belum dibagi), dan laba tahun berjalan.
3.2  Saran
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan makalah ini. Penulis berharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini. Selain itu, penulis berharap banyak kepada pembaca agar terus mempelajari tentang laporan keuangan khususnya neraca.


DAFTAR PUSTAKA

Komentar

Posting Komentar